Dalam bukunya The 100: A Ranking of
the Most Influential Persons in History, Michael H Hart memasukkan Nabi Muhammad di
peringkat satu dari 100 orang yang paling berpengaruh didunia. Diikuti oleh
Isaac Newton diperingkat 2 dan Nabi Isa diperingkat 3. Urutan ini ditutup oleh
Niels Bohr diperingkat 100. Untuk Hitler, Hart mengungkapkan prolog kira-kira
seperti ini “walaupun Hitler adalah orang
yang paling kejam didunia, pembunuh massal, perusak tatanan hidup umat manusia,
dengan penuh rasa jijik terpaksa saya memasukkan nama dia sebagai salah satu
dari orang yang paling berpengaruh didunia” Karena buku ini gue baca ketika
gue masih kelas 1 SMA, gue udah lupa diurutan berapa Hitler berada.
Hitler merupakan sebuah legenda. Orangnya udah
lama mati, tapi kisahnya ribuan kali diangkat ke permukaan baik dalam bentuk
buku, pilem maupun cerita dari mulut ke mulut. Dengan menetapnya gue di Jerman
sekarang, hal ini jadi lebih terasa bagi gue. Schindler List, Der
Untergang, mein Führer adalah 3 dari sekian banyak pilem aktual saat ini yang
menceritakan tentang Hitler maupun pengaruh tidak langsungnya. Diwaktu dekat, kita juga akan bisa menikmati pilem yang dibintangi oleh Tom Cruise, Valkyrie, yang juga bercerita tentang Hitler. Dari sekian
banyak cerita tentang Hitler yang masuk ke otak gue, tetep aja gue ngga
bosen-bosen mengupas sepak terjang orang yang satu ini. Pertama, karena gue adalah pencinta sejarah. Kedua, gue tetep belon bisa ngerti bagaimana orang yang
berperawakan culun dengan tinggi badan cenderung dibawah rata2 orang eropa ini
bisa menghipnotis puluhan juta manusia saat itu. Membuat semua penduduk Jerman
mengikuti apa aja kemauannya walaupun kemauannya itu diluar tatanan norma
kemanusiaan. Orang yang memimpin pasukkan Jerman menaklukan sebagian besar
daratan eropa (bahkan hampir pula Rusia) dan Afrika hanya dalam waktu 5 tahun.
Orang yang merebut Paris tanpa perlawanan. Kesuksesan Hitler dibidang
yang satu ini bisa disejajarkan dengan kesuksesan Alexander Yang Agung. Hitler
pula yang ngebuat Jendral sehebat Patton maupun Eisenhower selalu tidur
diliputi mimpi buruk. Sialnya pengaruhnya ngga berenti ketika Hitler mati.
Pengaruh kekejaman Hitler, masih membekas dan menjadi beban bagi rakyat Jerman
saat ini. Setiap ada sengketa yang melibatkan Israel khususnya dan Yahudi
umumnya, maka „mau ngga mau“ pemerintah Jerman akan selalu berpihak ke mereka
karena adanya beban sejarah yang sangat kuat. Jadi jangan harap kalo pemerintah
Jerman mau mendukung tindakan „pembasmian zionis“. Bukan karena mereka setuju
terhadap semua kegiatan Israel, tapi semata akibat beban sejarah tersebut.
Bahkan, masih banyak orang
merefer negara Jerman sebagai „negaranya Hitler“. Contoh, banyak student di
Indonesia yang bilang „gue mau ngelanjutin studi ke negaranya Hitler nih“ atau
„negara Hitler jadi juara dunia bola lagi tahun ini“. Walaupun dalam situasi
formal, hal ini teramat sangat dihindari.
Dalam buku Hitler, eine politische Biographie karangan Ralf Georg Reuth, edisi
Jerman setebal 685 halaman, diceritakan secara detil tentang sejarah hidup
Hitler mulai dari kelahiran sampai kematiannya. Naiknya Hitler ke jenjang
kekuasaan tidak bisa dilepaskan dari situasi Jerman yang hancur lebur akibat
perang dunia I. Hancurnya keadaan Jerman saat itu, dapat digambarkan dari
ucapan Hitler kepada orang yang ditunjuk oleh dia untuk menggantikan posisinya
sebagai kanselir Jerman, Admiral Dönitz, sesaat sebelum Hitler bunuh diri pada
April 1945. Dia berkata „Herr Donitz, walaupun sekarang kita hancur, tapi
keadaan kita jauh lebih baik daripada keadaan kita ditahun 1918“. Menurut gue sih
ungkapan Hitler itu terlalu berlebihan karena keadaan Jerman tahun 1945,
setelah Hitler mati jauh lebih serem dari tahun 1918. Sayangnya Hitler ngga
sempat merasakan hal itu.
Hitler dilahirkan pada 20 April
1889 didaerah perbatasan Austria-Jerman. Pada masa remaja, dia dikeluarkan dari
sekolah karena kurangnya tingkat intelektualitas. Walaupun salah seorang guru
menggambarkan Hitler sebagai murid yang mampu mengambil keputusan disaat
genting. Sekali lagi terbukti, kepandaian tidak dibutuhkan untuk menjadi
seorang tokoh legendaris. Itu juga jawaban kenapa Habibie hanya bertahan 512
hari sebagai presiden RI tetapi mampu bercokol selama 25 tahun sebagai
menristek dan tidak dimasukkan oleh Hart kedalam daftarnya.
Hal yang juga dapat dipelajari,
untuk mejadi tokoh legendaris dunia, lakukanlah tindakan yang ekstrem. Entah
itu ekstrem baik seperti Bunda Teresia ataupun para Nabi, maupun ekstrem jahat
seperti Hitler, Abu Jahal atau Al Capone. Kalau yang setengah-setengah, maka
legendarisnya juga hanya setengah-setengah.
Hitler lahir dari pasangan Alois
Hitler-Klara Hitler. Herannya, di Jerman sekarang ini tidak ditemui lagi Hitler
sebagai nama keluarga. Yang termuda dalam klan ini adalah keponakkan Hitler,
William Patrick Hitler. Dia pun dikemudian hari mengganti namanya menjadi
William Patrick Stuart-Houston. Gue rasa mereka pada terbebani dengan nama
tersebut. Nama Hitler mungkin bisa dibandingkan dengan nama Aidit di Indonesia,
lepas dari benar atau tidaknya peran Aidit dalam G30S/PKI yang disebarkan oleh
pemerintah ORBA. Satu-satunya
pilem didunia ini yang paling males gue tonton sendirian adalah pilem Penghianatan G30S/PKI. Pilem The Ring ato Kuntialanak mah kagak ada apa-apanya.
Bayangin aja, waktu gue berumur 11 tahun, gue udah „dipaksa“ oleh sekolah(ujung-ujungnya
pemerintah juga) untuk menonton pilem ini bareng-bareng, padahal tingkat
kesadisan pilem itu sama sekali ngga patut ditonton oleh anak-anak SD, SMP
maupun SMA. Gimana ngga trauma gue. Gimana ngga benci rakyat Indonesia sama PKI. Sejak kecil, anak-anaknya
sudah diwajibkan nonton yang kayak ginian. Gue berharap, dimasa datang
ngga ada lagi propaganda-propaganda kayak gini, terutama yang ditujukan ke
anak-anak. Harusnya pemerintah masa itu lebih memikirkan kepentingan psikologis
anak-anak daripada kepentingan dirinya sendiri.
Membaca buku ini, membuat gue
jadi bisa merasakan kehancuran yang dialami Jerman di dua perang dunia. Bahkan
pada tahun 1945, Jerman udah ngga ada bentuknya lagi. Tapi liat Jerman
sekarang. Negara ini merupakan negara yang memimpin pertumbuhan teknologi dan
ekonomi dunia. Bicara soal teknologi tidak bisa lepas dari yang namanya produk
Jerman. Mobil, pesawat, komputer, sepeda motor, sepeda genjot, kulkas…you name
it. Kalo udah namanya produk Jerman, pasti orang udah akan tau tingginya
kualitas produk tersebut. Nyetir
mobil keluaran Jerman, contohnya Mercedes, akan kerasa banget bedanya ama
nyetir Toyota. Mercedes, dibawa 170km/jam, penumpang didalem ngga akan ngerasa. Toyota? 130 aja udah mulai goyang. Sayangnya
cuman mahal aja.
Satu hal yang gue tau pasti, ngebangun rumah
dari awal itu jauh lebih mudah daripada memperbaiki rumah. Buktinya Jerman
dan Jepang. Tahun 45 hancur lebur, sekarang merupakan kekuatan ekonomi dunia. Indonesia?
Tahun 45 merdeka, sekarang? Di Indonesia yang terjadi adalah tambal sulam, jadi
lebih susah daripada ngebangun dari awal.
Apa itu berarti kita harus
ngancurin Indonesia dulu? Orang yang cinta Indonesia pasti kagak ada yang setuju dengan usul ini. Lagipula, bagaimana cara ngancurinnya? satu-satunya cara adalah lewat perang, tapi perang juga udah ngga ada lagi.
Jadi ya berusaha aja memperbaiki Indonesia lewat tambal sulam.
H I T L E R
Diposting oleh
GantaBlog
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar